Kelompok 13 – 1EB11
·
Dewi Tri Astuti (21216909)
·
Endah Dahlia (2B215195)
·
Puspa Handini (2B215167)
Sistem Perekonomian Dunia
Sistem ekonomi yang pertama kali muncul dan dikenal
di dunia adalah sistem ekonomi tradisional. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan
zaman sistem ekonomi tradisional mulai ditinggalkan oleh banyak negara-negara
di dunia. Berikut ini, jenis-jenis sistem perekonomian yang ada di dunia, yaitu
:
1.
Sistem Ekonomi Sosialis/Komunis
Sistem ekonomi ini menjadikan pemerintah sebagai
pusat dari segala macam kegiatan ekonomi. Segala macam kegiatan ekonomi
masyarakat diatur oleh pusat, bahkan mengenai hak milik pribadi pun pemerintah
pusatlah yang mengatur. Akibat
dari sistem ini, tidak adanya kepemilikan pribadi karena semuanya diatur oleh
pusat. Tak ada pula si kaya dan si miskin karena ekonomi komunis berpandangan
bahwa seharusnya kondisi masyarakat harus “sama rata sama rasa”, tak ada yang
lebih dan tak ada yang kurang. Rakyat atau masyarakat tidak bebas menggunakan
sumber daya alam. Kemampuan
mereka untuk berpikir kreatif benar-benar dibatasi sehingga rakyat hanya bisa
“terima-terima” saja. Sistem ekonomi sosialis ini diterapkan oleh negara-negara
yang berideologi komunis seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, RRC dan negara
komunis lainnya.
Adapun ciri-ciri sistem ekonomi sosialis sebagai
berikut :
·
Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
·
Produksi dilakukan untuk kebutuhan
masyarakat
·
Kegiatan ekonomi direncanakan oleh
negara dan diatur oleh pemerintah secara terpusat
·
Hak milik individu tidak diakui
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis :
·
Semua kegiatan dan masalah ekonomi
dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap
jalannya perekonomian.
·
Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si
kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
·
Pemerintah bisa lebih mudah melakukan
pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.
·
Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam
pembentukan harga.
Adapun kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis :
·
hak milik pribadi tidak diakui
·
potensi inisiatif dan daya kreasi
masyarakat tidak berkembang,
·
segala kebijakan pemerintah harus
dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme.
2. Sistem
Ekonomi Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi ini membebaskan
segala macam bentuk kegiatan ekonomi. Pemerintah tidak ada urusan dengan
kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rakyat. Mereka semua mendapatkan hak yang
sama untuk berkreativitas. Tak ada pelarangan. Intinya,
dalam sistem ekonomi kapitalis, semua bebas berbuat apa saja. Sehingga tidak
mengherankan bila kaum pemodal atau kapital menjadi kaum yang super power pada
sistem ekonomi ini. Sistem ekonomi liberal atau kapitalis ini diterapkan oleh
Eropa Barat, Amerika, Kanada, dan Australia.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal :
·
Bebas memiliki alat-alat dan
sumber-sumber produksi, baik perorangan maupun kelompok
·
Hak milik perorangan dijamin sepenuhnya
·
Kegiatan ekonomi sebagian besar
dilakukan oleh swasta
·
Campur tangan pemerintah sangat sedikit
atau terbatas
·
Modal mempunyai peran yang terpenting
dalam kegiatan ekonomi
·
Bebas bersaing dengan cara apa pun
·
Didorong oleh motif memperoleh laba
sebesar-besarnya
Kelebihan dari sistem
ekonomi liberal :
·
Setiap individu diberi kebebesan dan
kesempatan untuk berusaha
·
Setiap individu bebas memiliki alat-alat
produksi
·
Setiap individu bebas memilih bidang
usaha yang disukainya
·
Persaingan dapat menyebabkan adanya
dorongan untuk maju
·
Produksi barang dan jasa berdasarkan
kepada kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan masyarakat.
Adapun kekurangan
sistem ekonomi liberal :
·
Kebebasan berusaha menyebabkan adanya
kelompok yang sangat dominan, sementara ada kelompok yang lemah
·
Menimbulkan monopoli yang merugikan
masyarakat
·
Menimbulkan penindasan (eksploitasi)
terhadap manusia karena mengejar keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya
·
Tidak ada pemerataan pendapatan karena
setiap individu berlomba-lomba mencari keuntungan.
3. Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi yang merupakan
kombinasi dari dua sistem ekonomi sebelumnya, yaitu komunis dan liberal. Rakyat
memiliki hak untuk berkreativitas, namun demikian pemerintah juga tetap
berperan dalam mengatur jalannya kegiatan ekonomi. Sistem ekonomi campuran adalah
sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul dalam
sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran
pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan
perekonomian. Sistem
ekonomi campuran banyak diterapkan di negara-negara yang sedang berkembang, seperti
Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko.
Ciri-ciri dari sistem ekonomi
campuran :
·
Sumber-sumber daya yang vital dikuasai
oleh pemerintah.
·
Pemerintah menyusun peraturan,
perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di bidang ekonomi.
·
Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang
ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
·
Hak milik swasta atas alat produksi
diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
·
Pemerintah bertanggung jawab atas
jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
·
Jenis dan jumlah barang diproduksi
ditentukan oleh mekanisme pasar.
4.
Sistem Ekonomi
Tradisional
Sistem ekonomi tradisional ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi
kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara
turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri
dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·
Teknik
produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
·
Hanya
sedikit menggunakan modal.
·
Pertukaran
dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).
·
Belum
mengenal pembagian kerja dan masih terikat tradisi.
·
Tanah
sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.
·
Sifat
kekeluargaan tergolong sangat tinggi.
Kelebihan sistem ekonomi tradisional adalah :
·
tidak
terdapatnya persaingan yang tidak sehat,
·
hubungan
antar individu sangat erat,
·
masyarakat
merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
·
tidakbersifat
individualistis.
Namun kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah teknologi yang digunakan masih sangat
sederhana, sehingga produktivitas dan mutu barang hasil produksi masih rendah.
5.
Perekonomian
Islam
Islam adalah
satu-satunya agama yang sempurna, yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia
dan alam semesta. Kegiatan perekonomian Indonesia juga diatur dalam Islam
dengan prinsip-prinsip illahiyah. Harta yang ada pada kita, sesungguhnya bukan
milik manusia., melainkan hanya anugerah dari Allah SWT agar dimanfaatkan
sebaik-baiknya demi kepentingan umat manusia yang pada akhirnya semua akan
kembali kepada Allah SWT untuk dipertanggungjawabkan.
Sistem Perpolitikan Dunia
1.
Absolutisme : Sistem politik
dimana tidak ada batasan hukum, kebiasaan, atau moral atau kekuasaan
pemerintah. Istilah tersebut secara umum dipergunakan untuk sistem politik yang
dijalankan oleh seorang diktator, tetapi dapat pula digunakan pada sistem yang
kelihatannya demokratis yang memberi kewenangan mutlak pada legislatif dan
eksekutif. Sifat utama dari bentuk pemerintahan ini adalah dengan pemusatan
kekuatan, kontrol kelompok sosial yang ketat, sehingga tidak adanya partai
politik sebagai pesaing dan perwakilan rakyat menjadi oposisi.
2.
Anarkisme : Sistem politik yang bertentangan dengan semua
bentuk pemerintahan. Para anarkis percaya bahwa dengan pencapaian tertinggi
umat manusia adalah kebebasan individu untuk mengekspresikan dirinya, tidak
hanya terbatas pada bentuk represi atau kontrol apapun. Mereka juga percaya
bahwa kesempurnaan dari umat manusia tidak akan dicapai hingga semua
pemerintahan dihapuskan dan setiap individu bebas sebebas-bebasnya. Namun salah
satu batasan atas kebabasan itu adalah larangan melukai lain. Batan ini
menimbulkan batasan lain. Jika umat manusia berusaha untuk menyakiti orang
lain, semua individu lain yang berkelakuan baik memiliki hak untuk bersatu
melawannya dan kelompok yang taat asas dapat menekan kelompok kriminal,walaupun
hanya melalui kerja sama sukarela dan bukan melalui organisasi negara.
3.
Koalisi : Kombinasi sementara kelompok atau individu yang
dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu melalui tindakan bersama. Istilah dari
koalisi yang paling sering digunakan sehubungan dengan partai politik.
Pemerintahan koalisi, yang sering ditemukan di negara-negara multipartai,
seperti Italia dan prancis, dapat dibentuk ketika tidak ada satu partai tunggal
yang cukup kuat untuk memperoleh mayoritas dalam pemilihan umum. Pemerintah
yang terbentuk biasanya mendistribusikan pos-pos politik untuk mewakili seluruh
anggota koalisi.
4.
Persemakmuran (commonwealth)
: Sistem terdiri dari rakyat satu komunitas yang terorganisasi secara politis
dan bersifat independen atau semi independen, dimana pemerintah berfungsi
berdasarkan persetujuan rakyat.
5.
Komunisme : Menurut teori, komunis dapat menciptakan
masyarakat tanpa kelas yang kaya dan bebas, dimana semua orang menikmati status
sosial dan ekonomi. Namun dalam pratiknya, rezim komunis mengambil bentuk
pemerintah otoriter dan memaksa (coercive),
yang tidak begitu peduli pada persoalan kelas buruh dan pada akhirnya berupaya
untuk mempertahankan kekuasaan.
6.
Demokrasi : Sistem politik dimana rakyat suatu negara
memerintah melalui bentuk pemerintahan apapun yang mereka pilih. Dalam
demokrasi modern, otoritas tertinggi dilakukan oleh perwakilan yang dipilih
oleh rakyat. Perwakilan dapat dilanjutkan dengan pemilihan umum menurut
prosedur hukum recall dan referendum.
7.
Despotisme : Sistem dimana terdapat penguasa absolut yang
tidak dibatasi oleh proses konstitusional atas hukum apapun. Kata ini juga
memiliki konotasi kebijakan yang kejam dan opresif.
8.
Kediktatoran : Bentuk kediktatoran di masa modern adalah
pemerintahan negara di tangan satu orang. Diktator sebenarnya adalah gelar
magistrate pada masa Romawi Kuno, yang ditunjuk oleh Senat pada masa darurat,
dan disahkan oleh comitia curiata.
9.
Totalitarianisme : Sistem politik dan ideologi di mana
semua aktivitas sosial, ekonomi budaya, politik, intelektual dan spiritual
tunduk pada tujuan pemimpin sebuah negara. Dalam totalitarianisme modern,
rakyat dibuat sepenuhnya tergantung pada kemauan dan ajakan partai politik dan
pemimpinnya. Negara-negara totaliter modern dipimpin oleh seseorang pemimpin
atau diktator yang mengotrol partai politik.
10. Fasisme : Ideologi
politik modern yang beurpaya menciptakan kembali kehidupan sosial, ekonomi dan
budaya sebuah negara berdasarkan rasa kebangsaan atau identitas etnis. Fasisme
menolak ide liberal seperti hak individu dan kebebasan, dan sering menekan
untuk membantu membatalkan pemilihan umum, legislatif, dan elemen yang lain.
11. Federalisme :
Sistem politik nasional atau internasional di mana dua tingkat pemerintah
mengontrol wilayah dan warga negara yang sama. Negara dengan sistem politik
federal memiliki pemerintah pusat dan pemerinta-pemerintah yang didasarkan pada
unit politik yang lebih kecil, yang biasanya disebut dengan negara bagian,
provinsi atau wilayah. Unit poltik yang lebih kecil ini menyerahkan beberapa
kekuasaan politik mereka kepada pemerintah pusat, demi kebaikan bersama.
12. Monarki : Sistem
dimana seseorang memilih hak keturunan untuk memimpin sebagai kepala negara
seumur hidupnya. Istilah ini juga diterapkan pada negara yang diperintah.
Kekuasaan monarki bervariasi dari absolut hingag sangat terbatas. Monarki
meliputi penguasa, seperti raja dan ratu, kaisar, dan tsar atau sultan.
13. Perwakilan : Sistem
di mana posisi eksekutig, legislatif, dan yudikatif dapat dipilih melalui suara
rakyat. Dalam banyak hal, perwakilan langsung digunakan untuk tujuan legislatif
saja. Di Indonesia dan Amerika Serikat ada pengecualian, yaitu prinsip yang sama
diterapkan pula untuk posisi eksekutif dan yudikatif: presiden adalah
perwakilan langsung rakyat.
14. Republik : Sistem
yang didasarkan pada konsep bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, yang
mendelegasikan kekuasaan untuk memimpin atas nama rakyat, untuk memiliki
perwakilan dan pejabat negara.
15. Sosialisme : Sistem
yang menuntut kepemilikan negara dan kontrol sarana produksi yang menguasai
hajat hidup dan pemerataan kemakmuran. Sistem ini secara spesifik dicirikan
oleh nasionalisasi sumber daya alam, industri besar, fasilitas perbankan dan
kredir, serta hak milik publik; nasionalisasi cabang industri yang dimonopoli
melihat monopoli sebagai sesuatu yang bertentangan dengan kemakmuran rakyat.
16. Teokrasi : Sistem
politik sebuah negara di mana Tuhan dianggap sebagai satu-satunya kedaulatan
dan hukum kerajaan dipandang sebagai perintah Tuhan. Dapat juga dikembangkan
bahwa teokrasi adalah sebuah negara, di mana kontrol berada di tangan para imam
agama.
17. Pemerintahan dunia
: Konsep organisasi politik global terpusat dan merupakan aturan hukum bersama
yang menciptakan tatanan internasional dan mendorong perdamaian.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar