Dewi Tri Astuti
2eb12
EKONOMI (
TEORI & PRAKTIK )
SISTEM
EKONOMI INDONESIA
Oleh Drs.
Subandi, M.M
BAB I SOSIAL EKONOMI
PENGERTIAN
SISTEM
Sistem
menurut Chester A. Bernard, adalah satu kesatuan yang terpadu secara holistik,
yang didalamnya terdiri drai bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki
ciri dan batas tersendiri. Dan masing-masing bagian memiliki keterkaitan yang
saling mendukung dalam sistem yang holistik tersebut.
Suatu sistem
pada dasarnya adalah merupakan “organisasi besar” yang menjaling berbagai
subjek / objek serta perangkat pelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek
atau objek berbentuk sebuah sistem dapat berupa orang-orang atau masyarakat,
untuk suatu sistem sosial atau sistem
kemasyarakatan dapat berupa makhluk-makhluk hidup dan benda alam, untuk suatu
sistem kehidupan atau sistem lingkungan dapat berupa barang atau alat, untuk
suatu sistem peralatan dapat berupa data, catatan atau kumpulan fakta dan untuk
suatu sistem informasi atau bahkan kombinasi dari subjek-subjek tertentu.
Perangkat
kelembagaan dimaksud meliputi lembaga atau wadah tempat subjek (objek) itu
berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan subjek (objek)
jadi, serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek) tersebut
agar serasi.
Kaidah atau
norma dimaksud bisa berupa aturan atau peraturan, baik yang tertukis maupun
yang tidak tertulis, untuk suatu sistem yang menjalin hubungan antar manusia.
Contohnya, aturan-aturan dalam suatu sistem kekerabatan, peraturan-peraturan
dalam suatu sistem politik atau pemerintahan. Secara teoritis pengertian sistem
ekonomi dapat dikatakan sebagai keseluruhan lembaga-lembaga ekonnomi yang
dilaksanakan atau dipergunakan oleh suatu bangsa/negara dalam mencapai
cita-cita yang telah ditetapkan.
Pengertian
lembaga atau institusi ekonomi adalah suatu pedoman, aturan atau kaidah yang
digunakan seseorang atau masyarakat dalam melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi
untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang berkaitan
dengan usaha (bisnis), dengan pasar, transaksi jual beli, dan pembayaran dengan
uang. Secara sistematik kegiatan ekonomi dapat dibedakan antara kegiatan
produksi, distribusi atau konsumsi terhadap barang-barang dan jasa. Kegiatan
produksi adalah kegiatan yang ditujukan
untuk menciptakan atau menambah nilai suatu barang dan jasa. Kegiatan
distribusi bersifat meningkatkan faedah
atau valle added, dengan cara membagi atau memindahkan suatu barang dan jasa.
Sedangkan konsumsi adalah kegiatan yang berupa pengurangan atau menghabiskan
faedah atau nilai suatu barang dan jasa.
SISTEM
EKONOMI DAN SISTEM POLITIK
Teori sitem
ekonomi adalah teori yang mencoba menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi.
Persoalan ekonomi pada hakikatnya adalah masalah transformasi atau
pengolahan alat-alat/suber pemenuh/
pemuas kebutuhan, yang berupa faktor-faktor produksi yaitu tenaga kerja, modal,
sumberdaya alam dan keterampilan menjadi barang dan jasa.
Menurut
Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah “suatu sistem yang mengatur serta
menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam
suatu tatanan kehidupan”. Gregory Grossman dalam P. Rahardja dan M. Manurung
(2004) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah ‘sekumpulan
komponen-komponen atau unsur-unsur terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi
serta lembaga-lembaga ekonomi, yang bukan saja saling berhubungan dan
berinteraksi, melainkan juga sampai tingkat tertentu saling menompang danm
mempengaruhi.
Perangkat
pelembagaan meliputi lembaga-lembaga ekonomi. Jadi, perangkat pelembagaan ini
termasuk kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat, seperti yang mereka tetapkan
dalam berbagai aktifitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi
pemenuhan kebutuhan.
Sistem
ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat si suatu
negara. Untuk itu tidak mengherankan bila dalam perjalanan peneran suatu sistem
ekonomi tertentu pada suatu negara terjadi suatu benturan, konflik atau bahkan
tantangan antara pihak yang satu dengan pihak lainnya. Pelaksanaan suatu sistem
ekonomi tertentu akan berjalan mulus jika lingkungan kelembagaan masyarakatnya
mendukung.
Sistem
ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas, sehingga dibedakan dari sistem
ekonomi yang berlaku atau ditetapkan dinegara lain, berdasarkan beberapa sudut
tinjauan seperti
Sistem
pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
Keleluasaan
masyarakat untuk saling berkonpetensi satu sama lain dan untukl menerima imbalan
atas prestasi kerjanya.
Kadar
peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada
umumnya.
Dengan
demikian sistem ekonomi mencakup keseluruhan proses dan kegiatan masyarakat
dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk mencapai kemakmuran dan
kesejahteraan.
·
MACAM-MACAM
SISTEM EKONOMI
1. Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis
Adalah suatu
sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar bagi pelaku-pelaku ekonomi
untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber
daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Perinsip “Keadilan” yang dianut
oleh sistem ekonomi kapitalis adalah “setiap orang menerima imbalan berdasarkan
prestasi kerjanya”.
Ciri-ciri
sistem ekonomi liberal-kapitalis adalah :
1. Adanya pengakuan yang luas terhadap
hak-hak pribadi
2. Praktik perekonomian diatur menurut
mekanisme pasar
3. Praktik perekonomian digerakkan oleh
motif keuntungan
2. Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik
Adalah
kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai
milik negara. Imbala yang diberikan kepada perorangan didasarkan pada kebutuhannya,
bukan berdasarkan jasa yang diberikanya. Prinsip “keadilan’ yang dianut oleh
sistem ekonomi sosial adalah “setiap orang menerima imbalan yang sama”. Pada
sistem ini campur tangan pemerintah sangat tinggi, dan justru pemerintah yang
menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok ekonomi yaitu what, how, dan
for whom.
Sistem
ekonomi sosial, adalah sistem ekonomi dimana pasar justru harus dikendalikan
melalui perencanaan terpusat.
3. Sistem Ekonomi Campuran (Mix Economy)
Pada umumnya
ditetapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ketiga.
Beberapa negara diantarannya cukup konsisten dalam meramu resep sistem ekonomi
campurannya, dalam arti kadar kapitalismenya selalu lebih tinggi atau bobot sisoalismenya lebih besar.
Pada dasarnya
siste ekonomi campuran atau sistem ekonomi kerakyatan dengan persaingan
terkendali, agaknya merupakan sistem ekonomi yang paling cocok untuk mengelolah
perekonomian Indonesia semakin condong ke ekonomi liberal dan kapitalisme.
BAB II PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI
INDONESIA
PERKEMBANGAN
PEMIKIRAN SISTEM EKONOMI INDONESIA
Pergulatan
pemikiran tentang sistem ekonomi apa yang sebaiknya diterapkan di Indonesia
telah dimulai sejak Indonesia belum mencapai kemerdekaan. Sampai sekarang
pergulatan pemikiran tersebut masih terus berlangsung. Hal ini tercermin dari
perkembangan pemikiran tentang sistem ekonomi pancasila (SEP). Menurut Sri-Edi
Swasono (1985), pergulatan pemikiran tentang SEP pada hakekatnya merupakan
dinamika penafsiran tentang pasal-pasal ekonomi dalam UUD 1945.
Pasal-pasal
Ekonomi dalam UUD 1945
Ada tiga
pasal yang dianggap penting karena memberikan fondasi penting tentang SEP,
yaitu pasal 33, pasal 23 dan pasal 34 UUD 45.
Tujuan dari
SEP adalah tercapainya masyarakat yang adil dan makmur, hal ini dapat dimaknai
bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Pemikiran tentang SEP sudah cukup banyak, namun ada beberapa yang perlu dibahas
secara ringkas karena mereka merupakan faunding father dan tokoh-tokoh ekonomi
yang ikut mewarnai sistem ekonomi kita
·
Pemikiran
Mohammad Hatta (bung hatta)
Penerapan
sistem ini di Indonesia telah menimbulkan kesengsaraan dan kemelaratan, oleh
karena itu menurut bung hatta sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di
Indonesia harus berasaskan kekeluargaan. Supaya dapat menjado makmur, bangsa
Indonesia harus melakukan kerjasama ekonomi dengan bangsa lain. Sedangkan
sebagai jembatan penghubung antara perekonomian pedesaan dengan perekonomian
dunia adalah bangun usaha koperasi.
·
Pemikiran
Wilopo
Menurut
wilopo, pasal 33 memiliki arti SEP sangat menolak sistem liberal, karena itu
SEP juga menolak sektor swasta yang merupakan penggerak utama sistem ekonomi
liberal-kapitalis. Penolakan ini berdasarkan pada kekhawatiran bahwa sektor
swasta akan memunculkan eksploitasi kaum kaya/pemilik modal terhadap kaum ekonomi
lemah/buruh.
·
Pemikiran
Wijoyo Nitisastro
Menurut
Wijoyo, pasal 33 UUD 45 jangan ditafsirkan sebagai penolakan terhadap sektor
swasta. Justru dalam SEP sektor swasta diberikan kesempatan berkembang sesuai
dengan pasal 27 UUD45.
·
Pemikiran
Mubyarto
SEP adalah
sistem ekonomi yang bukan kapitalis dan juga bukan sosialis. Slah satu
perbedaan SEP dengan kapitalis atau sosialis adalah pandangan tentangan
manusia. Yaitu manusia yang selalu menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani,
baik karena dorongan rasional maupun moralitas.
·
Pemikiran
Emil Salim
Menurut Emil
Salaim snagat sederhana tentang SEP yaitu Sistem ekonomi pasar dengan
perencanaan.
4. Konsep Demokrasi Ekonomi (KDE)
KDE adalah
merupakan kelanjutan penafsiran pasal 33 UUD45. SEP adalah demokrasi ekonomi
yang mempunyao tujuan untuk tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan
makmur. Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang.
Perekonomian berdasarkan atas demokrasi ekonomi, artinyakemakmuran bagai semua
orang.
Bumi, air
dan kekayaan alam yang terkandung didalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran
rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk
sebenar-benarnya kemakmuran rakyat (ISEI, 1991)
5. Konsep Ekonomi Pasar Terbelala (KEPT)
KEPT adalah
merupakan perkembangan baru tentang pemikiran SEP. Yang dikemukakan oleh ISEI
pasa konggresnya ke-13 dimedan. KEPT memberikan penekanan pada peningkatan daya
saing dan perwujudan faerness. Peningkatan daya saing dapat dicapai dengan :
Pemanfaatanmekanisme harga atau pasar, perbaikan/penyempurnaan maupun
pembubaran dan pembentukan institusi yang ada dalam perekonomian Indonesia
dapat mendung proses pemajuan ekonomi, privatisasi dan restrukturisasi, perkembangan
sumber daya manusia dan iptek, pelayanan jasa ekonomi, dan berbagai bentuk
kerja sama.
KEPT
merupakan upaya untuk mencapai tujuan nasional Indonesia dengan pemanfaatan
mekanisme pasar. Karena mekanisme pasar memiliki kelemahan yaitu berupa
terjadinya kegagalan pasar, makan pesan pemerintah tetap dibutuhkan.
SISTEM
EKONOMI PANCASILA
Sistem
Ekonomi Pancasila / ekonomi kerakyatan secara umum dapat diartikan sebagai
sistem ekonomi yang memadukan ideologi konstitusi bangsa Indonesia dengan
sistem ekonomi campuran yang diwujudkan melalui kerangka demokrasi ekonomi
serta dijabarkan dalam langkah-langkah ekonomi yang berpihak dan pemberdayaan
seluruh lapisan masyarakat, yang ditujukan untuk mewujutkan tercapainya
masyarakat yang adil dan makmur.
Sistem
ekonomi pancasila adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada sila-sila
dalam pancasila. Untuk menumbuh kembangkan SEP maka harus dihindarkan hal-hal
negatif yaitu
1) Sistem ekonomi liberal yang bebas
2) Sistem ekonomi komando
Persaingan
tidak sehat, serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok atau monopoli
yang merugikan masyarakat.
Pancasila
sebagai suatu sistem demokrasi lebih mudah unuk di kembangkan. Sedangkan
pancasila sebagai suatu sistem ekonomi nasional melainkan kesulitan untuk
dikembangkan, karena hal ini tidak dapat dipisahkan atau dilepaskan kaitannya
dengan dengan sistem ekonomi internasional.
REFORMASI MENUJU
SISTEM EKONOMI PANCASILA
Sistem
Ekonomi Pancasila sebenarnya sudah diperkenankan pada awal Repelita III (1979).
Pemikiran beberapa orang pemikir mengatakan apabila pada waktu itu sistem ini
sudah di tetapkan maka skrisis ekonomi yang demikian parah ini dapat
dihindarkan.
Krisis
moneter kita dewasa ini merupakan ulangan kedua krisis serupa demasa lalu yang
semuanya semua yang mengingatkan betapa kita bangsa Indonesia selalu kembali ke
pancasilasebagai pegangan dasar sistem dan moral ekonomi Indonesia.
Reformasi
ekonomi Indonesia baik yang sudah dimulai sejak awal repelita VI memulai
program pengembangan ekonomi rakyat, maupun gerakan pemecahan krisis moneter,
merupakan topik yang penting menjelang dimulainya repelitaVII. Repormasi ekonomi, dengan atau tanpa reformasi politik
dan hukum, merupakan dambaan masyarakat luas untuk mengurangi ketimbangan
ekonomi dan kesenjangan sosial yang sudah mencapai tahap sangat memperhatinkan
pada akhir Repelita V (1993).
Reformasi
ekonomi mempunyai tujuan kembar yaitu meningkatkan efesiensi ekonomi nasional
sekaligus mengapus berbagai ketidak adilan ekonomi dengan tujuan akhir
terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila.
Sistem
ekonomi pancasila yang telah diterima dan masuk GBHN 1998 adalah sistem ekonomi
yang didasarkan pada prinsip-prinsep etik yang secara lengkap berisi 7 petir
“paradikma” sebagai berikut :
·
Harus
menyumbang pada terciptanya ketahanan ekonomi nasional yang kukuh dan tangguh
·
Harus
mengandung sikap dan tekat kemandirian dalam diri manusia,keluarga dan masyarakat
Indonesia
·
Perekonomian
nasional harus dikembangkan kearah perekonomian yang berkeadilan dan berdaya saing
tinggi
Demokrasi
ekonomi harus diwujudkan untuk memperkukuh struktur usaha nasinal
Koperasi
adalah soko guru perekonomian nasional, sebagai gerakan dan wadah kegiatan
ekonomi rakyat; koperasi sebagai badan usaha ditujukan pada kepentingan dan
peluasan basis usaha
Kemitraan
usaha yang dijiwai semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang saling menguntungkan
harus ditumbuhkan kembali
Usaha
nasional harus dikembangkan sebagai usaha bersama berdasarkan azazkekeluargaan
dalam sistem ekonomi pasar terkelola.
Reformasi
ekonomi Indonesia yang akan kita wujudkan adalah pembaruan aturan main aturan
main tentang hubungan-hubungan ekonomi dalam masyarakat. “Aturan-aturan main
ini secara keseluruhan dibakukan dalam sistem ekonomi pancasila.
Ekonomi
pancasila adalah sistem ekonomi nasional Indonesia (SENI). Dalam SENI masyarakat bangsa yang
beraneka warna ciri-ciri kehidupannya, berintraksi dalam semangat kekeluargaan,
dalam upaya meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat menuju terwujudnya
keadilan sosial. Aturan keadilan ekonomi adalah bersumber pada setiap sila Pancasila yaitu
Roda
kegiatan ekonomi bangsa digerakkan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi, sosial
dan moral
Seluruh
masyarakat bertekad untuk mewujudkan kemerataan sosial yaitu tidak membiarkan
adanya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial
Seluruh
pelaku ekonomi yaitu produsen, konsumen, dan pemerintah harus selalu
bersemangat nasionalitik, yang dalam setiap putusan-putusan ekonominya
menomorsatukan tujuan terwujudnya perekonomian nasional yang kuat dan tangguh
Koperasi dan
bekerja secara kooperatif selalu menjiwai pelaku ekonomi masyarakat. Demokrasi
ekonomi atau ekonomi kerakyatan dipimpin oleh hikma kebijaksanaan dalam
pemusyawaratan/perwakilan
Dalam
perekonomian nasional yang amat luas terus menerus diupayakan adanya
keseimbangan antara perencanaan ekonomi nasional dengan desentralisasi serta
otonomi daerah. Hanya melalui partisipasi daerah secara aktif aturan main
keadilan ekonomi bisa berjalan yang selanjutnya menghasilkan suatu keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.
PERILAKU
EKONOMI DI INDONESIA
Dalam
pelaksanaan sistem ekonomi pancasila, maka pelaku-pelaku ekonominya ada 3
komponen yaitu BUMN/D (badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki negara),
BUN/BUD, BUMS.
PERANAN PERATURAN
PEREKONOMIAN INDONESIA
Peranan BUMN
dalam perekonomian negara
Berdasarkan
Peraturan pemerintah (PP) nomor 3 tahun 1983, tentang pembinaan dan pengawasan
BUMN, menetapkan bahwa tujuan BUMN sebagai aparatur perekonomian negara adalah
:
·
Memberikan
sumbangan perkembangan ekonomi negara penerimaan negara
·
Mengadakan
pemupukan keuntungan dan pendapatan
·
Menyelenggarakan
pemanfaatan umum berupa barang dan jasa bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak
·
Menjadi
perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan sektor swasta
dan koperasi
·
Menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan usaha yang bersifat melangkah kegiatan swasta dan koperasi
·
Membimbing
sektor swasta, khususnya penyusaha golongan ekonomi lemah dan sektor koperasi
·
Melaksanakan
dan menunjuang pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah dan bidang ekonomi
dan pembangunan
1) Peranan sektor swasta dalam
perekonomian
Sektor
pemerintah ikut berperan dalam pembangunan perekonomian Indonesia, terutama
sejak digulirkannya serangkaian paket kebijakan deregulasi dan debirokratisasi.
Dengan semangat deregulasi dan debirokratisasi, sektor swasta telah diberi
pesan yang lebih besar untuk berpatisipasi memelihara kesinambungan dan
meningkatkan momentum pembangunan.
2) Peranan koperasi dalam perekonomian
MPR
dinyatakan bahwa “koperasi harus digunakan sebagai salah satu wadah utama untuk
membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah. Dibandingkan dengan pelaku
ekonomian lainnya koperasi sangat jauh tertinggal oleh faktor internal dan
external.
BAB III TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN
EKONOMI
BEBERAPA
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Bruno Hilder
Brand adalah pengkritik Fredrich List, mereka mengatakan bahwa perkembangan
masyarakat atau ekonomi bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumen. Tetapi
lebih ditekankan pada metode distribusi yang digunakan. Bruno mengemukakan 3
sistem distribusi yaitu :
·
Natural
atau perekonomian barter
·
Perekonomian
uang
·
Perekonomian
kredit
Sedangkan
Kart Bucher mempunyai pendapat yang serupa walaupun tidak sama. Ia mengatakan
pertumbuhan ekonomi adalah melalui 3 tingkap yaitu:
1) Produksi untuk kebutuhan sendiri
Perekonomian
kota, dimana pertukaran sudah meluas
Perekonomian
nasional dimana peranan perdagangan-perdagangantampak makin penting. Jadi,
barang-barang itu di produksi untuk pasar, ini merupakan gambaran evolusi di
Jerman.
Restow
membuat penggolongan tahap-tahap pertumbuhan ekonomi berdasarkan pada ciri-ciri
perubahan keadaan ekonomi, politik dan sosial yang berlaku serta trasportasi
suatu masyarakat tradisional menjadi siatu masyarakat modern. Tahap-tahap
pertumbuhan ekonominya adalah :
·
Tahap
masyarakat tradisional
·
Tahap
masyarakat lepas landas
·
Tahap
lepas landas
·
Gerakan
kearah kedewasaan
·
Massa
konsumsi tinggi
PERTUMBUHAN
EKONOMI INDONESIA
·
Massa
orde lama (1945-1966)
pada massa
ini perekonomian berkembang kurang mengembirakan, sebagai dampak ketidak
stabilan kehidupan politik dan seringnya pergantian kabinet.
·
Massa
orde baru 91966-1997)
Menghadapi
perekonomian yang sedemikina rupa pemerintah peralihan menetapkan beberapa
langkah priorotas kebijakan ekonomi
sebagai berikut :
§ Memerangi implasi
§ Mencukupi stok cadangan bahan pangan (terutama beras)
§ Merehabilitasi prasarana perekonomian
§ Meningkatkan ekspor
§ Menyediakan/menciptakan lapangan
kerja
§ Mengundang kembali inyestor asing
·
Massa
reformasi (198-sekarang)
Pada massa
repormasi ini perekonomian Indonesia
ditandai dengan krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang
sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda kearah pemulihan.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
·
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum adalah
·
Faktor
produksi, harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada
·
Faktor
investasi, membuat investasi yang tidak rumit dan memihak pada pasar
·
Faktor
perdagangan luar negri dan neraca pembayaran
·
Faktor
kebijakan moneter dan inflasi, kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan
tingkat suku bunga ini harus antisipasi
dan dapat diterima pasar
·
Faktor
keuangan negara, berupa kebijakan fiskal yang konstruktif dan mampu untuk membiayai
pengeluaran pemerintah
BAB IV PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
INDONESIA
PERUBAHAN
STRUKTUR EKONOMI
Teori ini
menitik beratkan pada mekanisme transformasi yang dialami oelh negara-negara
sedang berkembang yang seula bersifat subsiten dan menitik beratkan pada sektor
tradisional menuju ke struktur yang lebih modern didominasi oleh sektor-sekrot
non primer khususnya industri jasa.
STRUKTUR
PEREKONOMIAN INDONESIA
Struktur
ekonomi dari tinjauan makro-sektoral
Bedararkan
tijauan makro-sektor perekonomian suatu negara dapat berstruktur agraris,
industri, atau niaga. Struktur ekonomi Indonesia yang industrialisasi pada saat
ini sesungguhnya belum mutlak, tetapi masih sangat dini. Industrialisasi di
Indonesia baru lah berdasarkan kontribusi sektoral dalam bentuk PDB atau
pendapatan nasional.
·
Struktur
ekonomi dari tinjauan keuangan
Pergeseran
struktur ekonomi secara makro-sektoral senada dengan pergeseran secara
keuangan. Ditijau dari sudut pandang keuangan, struktur perekonomian telah
bergeser dari berstruktur pedesaan menjadi struktur perkotaan.
·
Struktur
ekonomi dari tinjauan penyelenggaraan
kenegaraan
Ditinjau
dari sini maka struktur perekonomian dapat dibedakan menjadi etatis, egaliter
atau borjuis. Predikat ini tergantung pada siapa atau kalangan mana yang
menjadi pemeran utama dalam perekonomian yang bersangkutan, yaitu bisa
meperintah/negara, bisa rakyat kebanyakan, atau kalangan pemodal dan usahawan
(kapitalis).
·
Struktur
ekonomi dari tinjauan birikrasi pengambilan
keputusan
Berdasarkan
tijauan ini dapat dikatakan bahwa truktur perekonomian indonesia selam era
pembangunan jangka panjang tahap pertama adalah sentralistis. Dalam struktur
ekonomi yang sentralistis, pembuatan keputusan lebih banyak di tetapkan oleh
pemerintah pusata atau kalangan pemerintahan dibawah beserta masyarakat dan
mereka yang tidak memiliki akses dipemerintahan pusat, cenderungnya mereka
hanya menjadi pelaksana saja, dan dalam pembuatan perencanaan hanya sekedar
sebagai pendengar.
BAB V PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Sejarah
Perencanaan pembangunan di Indonesia sejak tahun 1945 sampai kini mengalami
berbagai perkembangan sejalan dengan tingkat stabilitas politik dan keamanan.
Artinya faktor-faktor sosial politik ekonomi, perhitungan akurat yang tidak
ambisius, pengawasan yang kontinyu, pelaksanaan koordinasi dan singkronisasi
yang baik serta pembiayaan yang memadai, berupa yang sangat mempengaruhi
keberhasilan perencanaan pembangunan suatu negara.
PALN
MENGATUR EKONOMI INDONESIA
Penpres No.
3/1947, tertanggal 12 april 1947, memutuskan untuk membentuk panitia ahli yang
diberinama Panitia Pemikit Siasat Ekonomi. Panitia ini diketuai oleh Wakil
Presiden Mohammad Hatta, dan A.K. Gani, muhammad roem.
RENCANA
KASIMO
Pelaksanaan
rencana kasimo dangat tidak menentu disebabkan sebagian besar wilaya Repoblik
Indonesia masih diduduki oleh belanda, tetapi sebenarnya dalam rencana ini
banyak petunjuk praktis yang mudah dilaksanakan.
RENCANA
URGENSI PERKEMBANGAN INDUSTRI DANINDUSTRI KECIL
Rencana
urgensi untuk perkembangan industri dan industri kecil, dilaksanakan oleh
Sumitro Djojohadikusumo antara tahun 1951 sampai dengan tahun 1952. Rencana ini
didasarkan atas pemikiran bahwa industrialisasi dipandang sebagai bagian
integral dari kebijakan umum untuk menambah kekuatan ekonomi nasional yang
sehat.
Hasil dari
rencana ini sebagian masih ada sampai sekarang, dan beberapa induk perusahaan
masih berfungsi sebagai pendorong perkembangan industri kecil di sekitarnya.
RENCANA
PEMBANGUNAN LIMA TAHUN
Dengan
pengaturan pemerintahan nomor 2 tahun 1952 dibentuk dewan perancang negara.
Dalam pelaksanaan tugas, biro perancang negara dalam periode perdana menteri
Juanda berhasil merencanakan dan menyusun rencana pembangunan jangka menengah
pertama yang disebut rencana pembangunan lima tahun.
GARIS-GARIS
BESAR POLA PEMBANGUNAN NASIONAL SEMESTA BERENCANA TAHAPAN PERTAMA
Dewan
Perancang Nasional
Rencana
pembangunan yang akan disusun oleh dewan Perancang Nasional bersifat menyeluruh.
Tugas dewan perancang nasional adalah mempersiapkan rancangan Undnag-Undang
Pembangunan Nasional yang berencana dan menilai penyelenggaraan pembangunan.
Hasil kerja dewan perencanaan nasional disampaikan untuk kemudian di ajukan kepada
dewan perwakilan rakyat.
Rencana
Pembangunan Semesta Berencana Tahap Pertama
Pembanguna
Semesta Berencana adalah rencana jangka menengah terpanjang dalam sejarah
perencanaan pembangunan di Indonesia. Jangka waktu 8 tahun merupakan kurun
waktucukup panjang dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu. Rencana
pembangunan jangka menengah ini kemudian ditetapkan melalui ketetapan kan
melalui ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang garis-garis Besar Pola
Pembangunan nasional Semesta Berencana Tahapan Pertama (1961-1969).
PEMBANGUNAN
JANGKA PANJANG TAHAP PERTAMA (PJP I) dan kedua (PJP II)
Situasi yang
kondusif ini mendorong dirintisnya perencanaan-perencanaan yang lebih
terkoordinasi dan teratur. Sejak itu mulai lah disusun repita I sampai repita V
yang disebut juga sebagai jangka panjang
tahap pertama dan repita ke V Sampai repita ke X juga disebut sebagai
pembangunan jangka panjang kedua.
PROGRAM PEMBANGUNAN
NASIONAL (PROPENAS)
Pemerintahakn
baru ini menyusun PROPENAS berdasarkan GBHN tersebut dengan 12 misi dan 3
antaranya adalah pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional
terutama bagi penyusaha mikro, kecil, menengah dan koperasi dengan
mengembangkan sistem ekonomi yang bertumbuh pada mekanisme pasar yang
berkeadilan, berbasis sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produksi,
mandiri, maju, berdayasaing, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Perwujutan
otonomi daerah dalam rangka perkembangan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam
wadah negara kesatuan RI.
Perwujutan
kesejahteraan rakyat ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak
dan bermatabat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar,
yaiyu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja.
BAB VI MASALAH PERTANIAN DAN PANGAN
KEBIJAKAN PANGAN
Kebijakan
dibidang pangan pada awal dimassa orde batu, diungkapkan pada pelita I memberi
tekanan pada bidang produksi konsumen beras. Pada waktu itu kebijakan beras
identik dengan kebijakan pangan. Alat-alat kebijakan yang digunakan tidak
banyak berbeda dengan alat kebijakan pada masa sebelumnya. Perbedaan terletak
pada perencanaan yang lebih baik, keahlian yang makin mantap dan konsistensi
dalam pelaksanaan alat-alat kebijakan tersebut. Hasil yang di capai akhir tahun
1976 adalah kenaikan produksi pangan, terutama penghasilan perhektar dan
pemasaran.
SWASEMBADA PANGAN
DALAM PEMBANGUNAN
Sampai pada
tahun 1990 ektor pertanian sebagai penyumbang utama PDB (Produk demestik
bruto). Namun sesudah itu posisinya di gantikan oleh sektor industri
pengelolahan.
PANCA USAHA
TANI
Pada tahun
1964 program Bimas di perluas dan menjadi terkenal dengan semboyan Panca Usaha
Tani, yaitu lima cara kearah usaha tani yang baik, yaitu :
·
Penggunaan
dan pengendalian air yang lebih baik
·
Penggunaan
bibit pilihan 9bibit unggul)
·
Penggunaan
pupuk dan pestisida yang seimbang
·
Cara
percocok tanam yang baik
·
Koperasi
yang kuat
PERANAN
BADAN URUSAN LOGISTIK (BULOG)
Tugas utama
Bulog pada dasarnya adalah menjamin harga pembelian gabah pada tingkat produsen
agar tidak jatuh di bawah harga yang di tetapkan. Dalam pengadaan beras bulog
berkerja sama dengan KUD-KUD untuk membeli gabah dari petani produsen.
Sekarang
peran Bulog hanya meneglolah hasil pertanian beras saja. Dan bahkan kelembagaan
Bulog mengalami perubahan , yang tadinya merupakan Badan Pengelenggara Pangan,
kemudian berubah menjadi Lembaga Pemerintahan Non Departemen pad atahun 2003
diuabah lagi menjadi perusahaan umum (Perum) yang usahanya khusus menangani
pengadaan panagn.
TANAMAN
INDUSTRI
Perkembangan
tanaman industri dilaksanakan dengan 4 pola pada perkembangannya yaitu :
·
Pola
perkebunan inti rakyat (PIR)
Untuk
menyujutkan perpaduan usaha antara perkebunan rakyatsebagai plasma dan
perkebunan besar sebagai inti, dalam suatu sistem pengelolahan yang menanganin
seluruh rangkaian kegiatan perkebunan besar untuk mengembangkan perkebunan
rakyat pada areal bukaan baru
·
Pola
unit pelayanan pengembangan (UPP)
Pola
pengembagan dengan pendekatan terkensentrasi pada lokasi tertentu, yang
menangani keseluruhan rangkaian proses agribisnis. Pelaksanaa pola UPP ini di
tempuh melalui perkembangan perkebunan rakyat oleh suatu unit organisasi proyek
yang beroperasi dilokasi perkebunan yang sudah ada
·
Pola
swadaya
Pola ini
ditujukan untukmengembangkan swadaya masyarakat petani pekebun yang sudah ada di
luar wilaya kerja PIR dan UPP
·
Pola
perusahaan perkebunan beras
Pola
perkebunan beras diarahkan untuk meningkatkan peranan pengusaha besar , berupa
BUMN/BUMD, perusahaan swasta nasional maupun swasta asing.
BAB VII MASALAH INDUSTRIALISASI
SEJARAH SEKTOR
INDUSTRI DI INDONESIA
Dapa tahun
1920-an industri-industri modern di Indonesia hampir semua dimiliki oleh orang
asing, walaupun jumlahnya hanya sedikit. Industri kecil yang ada pada masa itu
berupa industri-industri rumah tangga seperti penggilingan padi, pembuatan gula
merah rokok kretek, kerajianan tekstil dan sebagainya yang tidak terkoordinasi
dengan baik.
Pada tahun
1999 hampir semua jenis industri di Indonesia mengalami kemunduran bahkan ada
yang terpaksa harus ditutup karena pailit. Hal ini juga termasuk
perusahaan-perusahaan bidang perkebunan
juag mengalami penurunan, kecuali perkebunan kelapa sawit, teh dan tembakau
yang mengalami peningkatan.
MASALAH
KETERBELAKANGAN INDUSTREALISASI DI INDINESIA
Dari segu
jumlah penduduk, Indonesia termasuk negara sedang berkembang terbesar ketiga
setelah india dan cina. Namun diluar dari segi industrialisasi Insonesia dapat
dikatakan baru mulai merangkak. Salah satu indikator dari tingkat
industrialisasi adalah sumbangan sekrot industri dalam GDP yang masih relatip
kecil. Dari ukuran sektor industri di Indonesia sangat ketinggalan dibandingkan
dengan negara-negara utama di Asia.
KEBIJAKAN
INDUSTREALISASI
Ada 3 aspek
kebijakan ekonomi Orde Baru yang menumbuhkan iklim lebih baik bagipertumbuhan
sektor industri Ketiga aspek itu adalah :
1. Dirombahnya sistem devisa. Sehingga
transaksi luarnegri menjadi lebih bebas dan lebih sederhana
2. Dikuranginaya fasilitas-fasilitas
khusus yang hanya disediakan bagi perusahaan negara , dan kebijaksanaan
pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor swasta bersama-sama denagn sektor
BUMN
3. Diberlakukannya Undang-Undang
penanaman modal asing (PMA)
PERANAN SEKTOR
INDUSTRI DALAM PEMBANGUNAN
Peran sektor
industri dalam pembangunan adalah untuk memberikan nilai tambah produksi. Pada
dasarnya peranan sektor industri dalam pembangunan ini dikembangkan menjadi
strategi industrialisasi yang meliputi trategi industri substitusi impor dan
strategi industri Promosi ekspor.
BAB VIII INVESTASI
PERMASALAHAN
DALAM INVESTASI
Kita ketahui
bersama bahwa penanaman modal di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat
pada desawarsa 1980an, yaitu setelah pemerintahan meluncurkan sejumlah paket
perencanaan deregulasi dan debirokratisasi, terutama yang berkaitann dengan
pembangunan ekonomi. Pada desawarsa 1970an bagian terbesar investigasi berasal
dari sektor pemerintah, namun pada desawarsa 1990an kondisinya terbalik, yaitu
sebagian besar investigasi domestik berasal dari dunia usaha dan masyarakat.
PEMBENTUKAN
MODAL DOMESTIK BRUTO
Salah satu
faktor penggerak pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Untuk mendapatkan
gambaran mengenai investasi dalam suatu negara dari waktu ke waktu ada 4 cara
yaitu :
1. Menyoroti kontribusi pembentukan
modal domestik bruto dalam konteks permintaan agregat.
2. Mengamati data-data PMA dan PMDN
3. Menelaah perkembangan dana investasi
yang dilakukan oleh dunia perbankan.
4. Data pembentukan modal domestik bruto
PERKEMBANGAN
INVESTARI DI INDONESIA
Berhubungan
dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang lamban dan kondisi keuangan
pemerintah yang masih memperhatinkan, maka untuk mempercepat recovery ekonomi
kita, maka investigasi swasta sangat penting. Disamping itu upaya untuk menarik
investigasi dihadap kan lingkungan eksternal yang semakin ketat, meskipun
perekonomian dunia pada tahun 2002 mengalami pertumbuhan, namun harus modal
asing (PMA) terus turun.
DEREGULASI
INVESTASI
Kebijakan
investasi juga perlu diarahkan untuk mendorong kemampuan ekspor nasional agar
peningkatan investasi tidak saja digerakkan oleh permintaan dalam negeri,
tetapi juga untuk dimanfaatkan peluang-peluang ekspor. Upaya-upaya perlu
dilakukan denag mengembangkan zona-zona ekonomi khusus dengan memberikan
insentif yang tepat sasaran dalam rangka pengembangan wilayah-wilayah strategi
dan mempercepat pertumbuhan.
BAB IX KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL
KELEMBAGAAN DAN
INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER
1.
Kelembagaan
Perkembangan
kelembagaan setelah tahun 1966 mengalami perubahan, hal ini menyadari kegagalan
kebijakan yang mengandalkan campur tangan pemerintah dimasa lampau.
Pemerintahan orde baru berusaha mengurangi peranan negara dalam kehidupan
ekonomi dengan mengandalkan kekuatan-kekuatan pasar dan peranan dan sektor
swasta.
2.
Instrumen kebijakan moneter
Melalui
struktur kelembagaan maka kebijakan moneter dilaksanakan. Adapun yang menjadi
sasaran kebijaksaan sangat beraneka ragam, mulai dari pengendalian jumlah uang
beredar sampai masalah penyediaan dana untuk tujuan-tujuan tertentu yang
memperoleh prioritas utama. Pengendalian dan pengarahan tersebut dijalankan
dengan menggunakan instrumen-instrumen kebijakan moneter formal maupun
saluran-saluran tidak formal.
KEBIJAKAN
FISKAL
Sistem
fiskal dan frestasi fiskal sesuatu negara harus dipelajari dalam konteks
sejarahnya. Antara tahun 1951-1958 sistem fiskal di Indonesia sangat tergantung
pada sumber penerimaan dari perdagangan internasional.Kebijakan-kebijakan
tersebut antara lain :
·
Anggaran
belanja dipertahankan agar seimbang
·
Tabungan
pemerintahan diusahakan harus meningkat dari tahun ke tahun
·
Besis
perpajakan diperluas secara berangsur-angsur
·
Prioritas
diberikan untuk pengeluaran-pengeluaran “produktif” pembangunan
·
Kebijakan
anggaran diarahkan pada sasaran.
BAB X NERACA PEMBAYARAN
UNSUR-UNSUR
NERACA PEMBAYARAN
Neraca
pembayaran internasional terdiri atas beberapa unsur, yang berupa neraca-neraca
parsial yang yang cakupannya lebih spesifik dan terbatas. Unsur-unsur tersebut
adalah neraca perdagangan, transaksi belanja, dan neraca modal. Serta dua ayat
yang bukan neraca yaitu selisih perhitungan dan cadangan devisa.
NERACA MODAL
DAN CADANGAN DEVISA
§ Lalu Lintas Modal
Neraca Modal
mengambarkan arus keluar masuknya devisa yang bukan merupakan pembayarn
pembayaran atas barang dan jasa tertentu. Arus yang dicatat di neraca modal
ialah devisa dalam arti modal, baik berupa dana investasi maupun pinjaman atau
utang luar negri.
§ Cadangan Devisa
Posisi
cadanagan devisa suatu negara dinyatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor
untuk jangka waktu setidak-tidaknya tiga bulan. Jika adangan devisa yang
dimiliki tidak mencukupi kebutuhan untuk tiga bulan impor, maka dianggap rawan.
Kekurangan persediaan veluta asing suatu negara dapat menimbulkan kesulitan
ekonomi bagi negara yang bersangkutan.
KEBIJAKAN
NERACA PEMBAYARAN
Perkiraan
neraca pembayaran Indonesia didasarkan pada 2 asumsi, yaitu berkaitan dengan
berbagai perkembangan ekonomi dunia dan
berbagai perkembangan makro ekonomi didalam negeri. Yang berkaitan dengan
perkembangan ekonomi dunia meliputi laju pertumbuhan ekonomi, laju inflasi
dunia, tingkat suku bunga, serta nilai ansur valuta negar-negara industru
utama. Sedangkan perkembangan di dalam negara, perkiraan neraca pembayaran
dikaitkandengan sasaran laju pertumbuhan ekonomi.
BAB XI KEPENDUDUKAN DAN TENAGA KERJA
PENDUDUK
INDONESIA DAN PERKEMBANGANNYA
Catatan
tentang jumlah penduduk di Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1815,
itupun hanya terbatas pada penduduk di Pulau Jawa. Jumlah penduduk di
Indonesia, menurut perkiraan yang cukup untuk dipercaya adalah angka hasil
sensus tahun 1930. Pada saat itu
penduduk Indonesia diperkirakan berjumlah 160,73 juta jiwa dan 41,82 juta jiwa
merupakan penduduk di Pulau Jawa. Ketidak merataan jumlah penduduk menimbulkan
masalah urbanisasi. Arus urbanisasi menimbulkan masalah penyediaan lapangan
kerja , pemukiman, kriminalitas, dan masalah sosial lainnya.
MASALAH
URBANISASI
Salah satu
ciri kependudukan yang menonjol adalah masalah penduduk perkotaan atau sering
disebut penduduk urban yang semakin meningkat. Bertambahnya penduduk kota ini
bukan disebabkan perpindahan penduduk dari desa ke kota, tetapi lebih banyak
karena berubahnya suatu desa mejadi kota. Hal ini dikarenakan
fasilitas-fasilitas kota sudah dibangun di desa sehingga menyebabkan perubahan
masyarakat pedesaan menjadi masyarakat kota.
KETENAGAKERJAAN
Angkatan
kerja adalah tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang bekerja,.
Sedangkan bukan angkatan kerja ialah tenaga kerja atau penduduk dalam usia
kerja yang tidak bekerja yaitu orang-orang yang kegiatannya sekolah, pengurus
rumah tangga serta penerima pendapatan tapi bukan merupakan imbalan langsung
atas jasa kerjanya (pensiun, penderita cacat yang dependen).
PEMBANGUNAN
KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
Permasalahan
yang dihadapi dalam pembangunan ketenagakerjaan adalah tingginya tingkat
pengangguran dan setengah pengangguran karena banyaknya bidang usaha yang
ditutup karena mengalami pailit. Disamping itu juga masih rendahnya tingkat
kualitas dan produktivitas kerja, serta belum memadainya perlindungan terhadap
tenaga kerja termasuk tenaga kerja Indonesia diluar Negeri.
Dengan melihat
kondisi di atas maka pembangunan ketenagakerjaan mempunyai tujuan untuk
menyediakan lapangan kerja dan lapangan usaha, sehingga setiap angkatan kerja
memperoleh pekerjaan dan penghidupan
yang layak bagi manusia.
BAB XII PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
PEMBANGUNAN
EKONOMI DAERAH
Dalam
pembangunan ekonomi daerah yang menjadi pokok permasalahanya adalah terletak
pada kebijakan-kebijakan pembangun yang didasarkan pada kekhasan daerah yang
bersangkutan dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan
sumber daya fisik secara lokal. Orientasi ini mengarah pada pengambilan
inisiatif-inisiatif yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan
untuk menciptakan kesempatan kerja baru dan meransang peningkatan kegiatan
ekonomi.
PERMASYALAHAN
DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
§ Ketimpangan pembangunan sektor
industri
§ Kurang meratanya investasi
§ Tingkat mobilitas faktor produksi
yang rendah
§ Perbedaan sumberdaya alam
§ Perbedaan demokrasi
§ Kurang lancarnya perdagangan antara
daerah
PERANAN PEMERINTAH
DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
Lincolin
Arsyad (2000) mengatakan bahwa ada 4 pesan yang dapat di ambil oleh
pemerintahan dalam proses pembangunan ekonomi di daerah yaitu :
§ Entrepreneur (merupakan tanggung
jawab untuk menjalankan suatu usaha bisnis di daerahnya)
§ Koordinator (melalui penetapan
kebijakan atau pengusulkanstrategi-strategi pembanguna ekonomi yang komprehensip
bagi kemajuan daerahnya.
§ Fasiliator (mempercepat pembangunan
melalui perbaikan lingkungan prilaku atau budaya masyarakat didaerahnya.
§ Stimulator (menciptakan dan
mengembangkan usaha melalui
tidakan-tindakan khusus yang dapat memepengaruhi dunia usaha untuk masuk ke
daerah tersebut dan menjaga agar perusahaan yang telah ada tetap eksis berada
di daerah tersebut.
PARADIKMA BARU
PEMBANGUNAN EKONOMI DAERA
Dengan
paradikma baru pembangunan ekonomi daerah didasarkan pada kemampuan perusahaan
untuk mengembangkan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi penduduk daerah.
STRATEGI
PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
Secara umum
strategi pembangunan ekonomi adalah mengembangkan kesempatan kerja bagi
penduduk yang ada sekarang dan upaya
untuk mencapai stabilitas ekonomi, serta mengembangkan basis ekonomi dan
kesempatan kerja yang beragam.
DAFTAR PUSTAKA
Subandi. (2010). Ekonomi Koperasi
: Teori dan
Praktek.Bandung: Penenerbit
Alfabeta.Umi, narimawati, Sri Dewi,
Anggadini dan Linna,
Ismawati. (2010).
Penulisan
Karya Ilmiah: Panduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir Aplikasi
Pada
Fakultas Ekonomi UNIKOM.Bekasi: Penerbit Genesis.
Jusuf, Jofie.
(2008). Analisis Kredit Untuk
Account Officer. Jakarta
: Penerbit
Gramedia
Pustaka Utama Indriantoro, nur dan
Supomo, bambang (1999). Metodologi Penelitian
Bisnis
Untuk
Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta : Penerbit BPFE