BISNIS
Bisnissuatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang
berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat.
Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang
mendatangkan keuntungan.
GAJI
Gaji adalah suatu bentuk pembayaran periodik dari seorang
majikan pada karyawannya yang dinyatakan dalam suatu kontrak kerja. Dari sudut
pandang pelaksanaan bisnis, gaji dapat dianggap sebagai biaya yang dibutuhkan
untuk mendapatkan sumber daya manusia untuk menjalankan operasi, dan karenanya
disebut dengan biaya personel atau biaya gaji. Dalam akuntansi, gaji dicatat
dalam akun gaji.
UPAH
Upah adalah hak pekerjaan atau buruh yang diterima dan
dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan kepada pekerja/buruh yang
ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesempatan atau
peraturan perundangan-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh.
KONPENSASI
Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima dapat
berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada seseorang
yang umumnya merupakan objek yang dikecualikan dari pajak pendapatan.[1]
Kompensasi merupakan hal yang kompleks dan sulit, karena
didalamya melibatkan dasar kelayakan, logika, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan
serta menyangkut faktor emosional dari aspek tenaga kerja.[1].
Kompensasi diberikan dengan tujuan memberikan rangsangan dan
motivasi kepada tenaga kerja untuk meningkatkan prestasi kerja, serta efisiensi
dan efektivitas produksi. Oleh karena itu, bila kompensasi diberikan secara
benar, para karyawan akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai
sasaran-sasaran organisasi.[1].
TEORI TENTANG UPAH
Teori Tawar Menawar (Bargaining Theory). Teori ini merupakan
perkembangan dari teori “sama nilai” (equivalent theory) dan sangat mendapat
tempat dalam Negara-negara yang menganut system Common Law. Teori sama nilai ini mengajarkan bahwa suatu
kontrak hanya mengikat sejauh apa yang
dineosiasikan (tawar menawar) dan kemudian disetujui oleh para pihak.
Teori Kompensasi Standar Hidup
Teori standar hidup adalah suatu sistem kompensasi di mana
upah atau gaji ditentukan dengan menyesuaikan dengan standar hidup layak di
mana para pekerja dapat menikmati hidup dengan damai, mana, tentram dan
sejahtera mencakup jaminan pensiun di hari tua, tabungan, pendidikan, tempat
tinggal, transportasi dan lain sebagainya.
OUTSOURCHING
Dalam dunia Psikologi Industri, tercatat karyawan
outsourcing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan
penyedia jasa tenaga outsourcing. Awalnya, perusahaan outsourcing menyediakan
jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan
dan tidak mempedulikan jenjang karier. Seperti operator telepon, call centre,
petugas satpam dan tenaga pembersih atau cleaning service.Namun saat ini,
penggunaan outsourcing semakin meluas ke berbagai lini kegiatan perusahaan.
Dengan menggunakan tenaga kerja outsourcing, perusahaan
tidak perlu repot menyediakan fasilitas maupun tunjangan makan, hingga asuransi
kesehatan. Sebab, yang bertanggung jawab adalah perusahaan outsourcing itu sendiri.
MOTIVAS
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah,
dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama
dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2]
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X
dan teori Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi
adalah 'alasan' yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang
individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang
tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya
dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam
pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan
'semangat', seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki
motivasi yang tinggi".
JOB DESCRIPTION
Job description merupakan panduan dari perusahaan kepada
karyawannya dalam menjalankan tugas. Semakin jelas job description yang
diberikan, maka semakin mudah bagi karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai
dengan tujuan perusahaan.
Deskripsi pekerjaan adalah penyataan tertulis mengenai
gambaran suatu pekerjaan, kondisinya, dan hubungannya dengan bagian lain dalam
organisasi.
Job description adalah bagian penting dari sistem
pengembangan SDM. Ibarat navigator, job desc adalah peta yang menentukan arah,
kemana harus berbelok, berapa kecepatan yang diperlukan dan seterusnya.
SEPARATION
Yang bisa di sebut juga sebagai ( Pemutusan Hubungan Kerja )
(PHK)
PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal
tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dan
perusahaan. apabila kita mendengar istilah PHK, yang biasa terlintas adalah
pemecatan sepihak oleh pihak perusahaan karena kesalahan karyawan. Padahal,
kalau kita tilik definisi di atas yang diambil dari UU No. 13/2003 tentang
Ketenagakerjaan, dijelaskan PHK dapat terjadi karena bermacam sebab. Intinya
tidak persis sama dengan pengertian dipecat. Tergantung alasannya, PHK mungkin
membutuhkan penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
(LPPHI) mungkin juga tidak. Meski begitu, dalam praktek tidak semua PHK yang
butuh penetapan dilaporkan kepada instansi ketenagakerjaan, baik karena tidak
perlu ada penetapan, PHK tidak berujung sengketa hukum, atau karena karyawan
tidak mengetahui hak mereka.
Untuk menjaga pelanggan atau langganan dapat di layani tepat waktu diantaranya adalah :
Melaksanakan pelayanan prima berdasarkan konsep tindakan
(action) terdiri dari lima hal/tindakan sebagai berikut.
1.Mencatat pesanan pelanggan
2.Mencatat kebutuhan pelanggan
3.Menegaskan kembali kebutuhan pelanggan
4.Mewujudkan kebutuhan pelanggan
5.Menyatakan terima kasih dengan harapan pelanggan kembali.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, kelima hal
tersebut dapat diuraikan sebagai seperti berikut ini.
a.Mencatat pesanan pelanggan
Langkah pertama yang dilakukan oleh pelanggan dalam membeli
barang/jasa adalah dengan memesannya terlebih dahulu. Adanya pesanan dari
pelanggan merupakan awal terjadinya transaksi jual-beli. Setiap pesanan yang
diminta pelanggan harus segera dilayani dengan cara didengarkan dan dicatat.
Kemudian mengecek kembali apakah ada perubahan jenis dan jumlah pesanan atau
tidak, kapan jadwal atau waktu pengiriman barang.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pelanggan dalam
memesan barang/jasa yang dibutuhkan, yaitu:
1.Memesan barang/jasa secara langsung (datang di perusahaan)
2.Memesan barang/jasa dengan surat pesanan
3.Memesan barang/jasa dengan menggunakan sarana
telekomunikasi, seperti telepon, telex, faksimili dan e-mail/internet.
Pesanan pelanggan harus segera dicatat oleh pelayan atau
penjual, baik menggunakan buku nota penjualan maupun menceklist daftar barang.
Seorang pelayan atau penjual harus cekatan dalam melakukan pencatatan pesanan
pelanggan, agar tidak terjadi kekeliruan dalam hal jumlah maupun jenis
barang/jasa yang dipesan oleh pelanggan.
b.Pencatatan kebutuhan pelanggan
Pencatatan kebutuhan pelanggan berbeda dengan pencatatan
pesanan pelanggan. Pencatatan pesanan pelanggan hanya mencakup jenis, bentuk,
model, jumlah dan harga barang. Sedangkan pencatatan kebutuhan pelanggan menyangkut obyeknya, yaitu sifat dan tingkat
konsumsi, kebiasaan, atau waktu kebutuhan. Pencatatan kebutuhan pelanggan
berdasarkan berdasarkan ceklist merupakan tindakan yang dapat menggambarkan
obyek ceklist, yaitu pencatatan kebutuhan pelanggan sebagai daftar pemeriksaan
terhadap faktor-faktor yang diinginkan oleh pelanggan.
Obyek ceklist tersebut diantaranya sebagai berikut.
1.Sifat dan tingkat konsumsi
Sifat-sifat pelanggan yang perlu dicatat adalah apa saja
pelayanan yang paling disukai oleh pelanggan. Tingkat konsumsi pelanggan yang
harus dicatat adalah apakah pelanggan lebih menyukai barang tahan lama (durable
goods) atau barang tidak tahan lama (non durable goods) atau apakah jumlah
barang yang diinginkan pelanggan banyak atau tidak. Hal ini dilakukan agar
penjual dapat menetapkan prioritas produk yang paling disukai oleh pelanggan.
2.Kebiasaan pelanggan
Kebiasaan pelanggan dalam membeli suatu barang/jasa perlu
diperhatikan dan dicatat. Oleh karena itu pelayan atau penjual hendaknya
mengetahui hal-hal berikut.
•Apa saja barang-barang yang dibutuhkan pelanggan
•Apa saja yang diperhatikan oleh pelanggan dalam membeli
barang
•Apakah pelanggan membutuhkan atau menginginkan barang yang
bersifat khusus (merek, kualitas, antik dan sebagainya)
3.Waktu kebutuhan pelanggan
Waktu kebutuhan pelanggan merupakan salah satu faktor yang
perlu diperhatikan dan dicatat oleh penjual. Dalam hal ini penjual perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
•Pada waktu kapan pelanggan memperbaiki atau mengganti
barang yang dibutuhkannya, apakah harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
•Kapan pelanggan mengkonsumsi barang tertentu, apakah pada
awal bulan/tahun, akhir bulan/tahun, ataukah pada hari-hari besar tertentu.
Berdasarkan konsep tindakan, penggunaan system ceklist dapat
mewujudkan akurasi pelayanan, yaitu melayani kebutuhan pelanggan secara cepat,
tepat, dan akurat. Suatu pelayanan dikatakan akurat jika pelayan atau penjual
dapat menghindari kekeliruan, seperti salah mencatat, salah menentukan harga,
dan salah dalam penyerahan barang.
c.Penegasan kembali kebutuhan pelanggan
Setiap pesanan yang diminta atau dibutuhkan pelanggan harus
diperhatikan dan dicatat. Catatan tersebut kemudian dicek dan ditegaskan
kembali kepada pelanggan apakah barang-barang yang dipesan jumlah dan jenisnya
tidak berubah, kapan waktu pengiriman barang akan dilakukan, dan bagaimana cara
pembayarannya. Untuk menghindari kekeliruan pelayan atau penjual hendaknya
menegaskan kembali semua kebutuhan pelanggan dan melakukan pengecekan atas
hal-hal sebagai berikut.
• Mengecek keadaan
barang
• Cara pengiriman
barang
• Cara pembayaran
• Alat dan tempat
pembayaran
• Ongkos angkut
barang yang dipesan
• Pembungkusan atau
pengepakan barang
d.Mewujudkan kebutuhan pelanggan
Kebutuhan pelanggan akan terwujud apabila pelayan atau
penjual telah menerapkan prinsip pelayanan prima. Kepuasan pelanggan merupakan
refleksi dari terpenuhinya harapan dan kebutuhannya. Oleh karena ituperusahaan
bisnis atau penjual dalam mewujudkan kepuasan pelanggan perlu meningkatkan
kualitas pelayanannya. Peningkatan kualitas pelayanan antara lain dengan
melakukan pendekatan kaize. Kaizen berasal dari bahasa Jepang, yaitu kai dan
zen. Kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Jadi, Kaizen dapat diartikan
sebagai suatu pedoman untuk melakukan perubahan pelayanan agar menjadi lebih
baik.
Prinsip-prinsip pendekatan Kaizen menurut Vincent Gaspersz
adalah sebagai berikut.
• Hari ini harus
lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
• Tidak bolae ada
satu hari pun yang lewat tanpa peningkatan.
• Masalah yang
timbul merupakan suatu kesempatan untuk melakukan perbaikan.
• Menghargai
perbaikan dan peningkatan walaupun kecil.
• Perbaikan dan
peningkatan tidak harus memerlukan investasi yang besar.
Dalam usaha memperbaiki kualitas pelayanan, perusahaan atau
penjual perlu memperhatikan kekuatan dan kelemahan suatu konsep pelayanan.
Kekuatan pelayanan, antara lain berupa cara kerja yang terorganisir,
profesional, dan sistematis; hubungan kerja konstruktif, baik vertical maupun
horizontal; penyediaan pelayanan sesuai dengan kebutuhan; dan komunikasi yang
terjalin baik antara perusahaan atau penjual dan pelanggan. Kelemahan pelayanan
antara lain disebabkan tidak adanya umpan balik (feed back), birokrasi yang
terlalu rumit (complicated), kurangnya pengetahuan tentang pelayanan yang baik,
kurangnya jalinan komunikasi yang baik, kurangnya keterampilan dari pelayan
atau penjual, dan tidak adanya tindakan untuk promosi.
e.Mengucapkan terima kasih dengan harapan pelanggan kembali
Mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah membeli
barang/jasa sangatlah penting agar mereka kembali berbelanja. Prinsip ini
merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan prima menurut konsep tindakan.
Pelayan atau penjual harus berusaha untuk selalu mengahargai pelanggan dan
melayaninya sampai selesai transaksi jual-beli. Tindakan pelanggan yang
profesional dalam menutup transaksi jual beli adalah dengan mengucapkan terima
kasih kepada pelanggan. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan tidak hanya
diungkapkan melalui kata-kata, tetapi dapat pula dengan memberikan bonus atau
diskon. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan eksternal tetap biasanya
diberikan setiap tahun, misalnya bingkisan lebaran atau bingkisan hari raya
yang lain.
Untuk mengetahui penilaian pelanggan atas kualitas barang
dan kualitas pelayanan, maka penjual atau perusahaan dapat mengedarkan suatu
angket penilaian. Angket diberikan ketika pelayan atau penjual sedang
mengucapkan pernyataan terima kasih,kepada pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar